Khamis, 5 Januari 2012

Konsultasi mengenai bayi tabung dalam islam

SOAL :
Banyak pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun menikah tetapi belum dikaruniai anak. Mereka pun gelisah. Usia sudah semakin tua, tetapi belum mempunyai anak. Lantas, siapakah yang akan merawat di hari tua? Kegelisahan ini sedikit tertolong dengan munculnya teknologi bayi tabung. Apakah teknologi ini bisa dibenarkan dari kacamata syariat?

JAWAB :
Proses pembuahan dengan metode bayi tabung antara sel sperma suami dengan sel telur isteri, sesungguhnya merupakan upaya medis untuk memungkinkan sampainya sel sperma suami ke sel telur isteri. Sel sperma tersebut kemudian akan membuahi sel telur bukan pada tempatnya yang alami. Sel telur yang telah dibuahi ini kemudian diletakkan pada rahim isteri dengan suatu cara tertentu sehingga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya.
Pada dasarnya pembuahan yang alami terjadi dalam rahim melalui cara yang alami pula (hubungan seksual), sesuai dengan fitrah yang telah ditetapkan Allah untuk manusia. Akan tetapi pembuahan alami ini terkadang sulit terwujud, misalnya karena rusaknya atau tertutupnya saluran indung telur (tuba Fallopii) yang membawa sel telur ke rahim, serta tidak dapat diatasi dengan cara membukanya atau mengobati­nya. Atau karena sel sperma suami lemah atau tidak mampu menjangkau rahim isteri untuk bertemu dengan sel telur, serta tidak dapat diatasi dengan cara memperkuat sel sperma tersebut, atau mengupayakan sampainya sel sperma ke rahim isteri agar bertemu dengan sel telur di sana. Semua ini akan meniadakan kelahiran dan menghambat suami isteri untuk berbanyak anak. Padahal Islam telah menganjurkan dan mendo­rong hal tersebut dan kaum muslimin pun telah disunnahkan melakukannya.
Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan suatu upaya medis agar pembuahan –antara sel sperma suami dengan sel telur isteri– dapat terjadi di luar tempatnya yang alami. Setelah sel sperma suami dapat sampai dan membuahi sel telur isteri dalam suatu wadah yang mempunyai kondisi mirip dengan kondisi alami rahim, maka sel telur yang telah terbuahi itu lalu diletakkan pada tempatnya yang alami, yakni rahim isteri. Dengan demikian kehamilan alami diharapkan dapat terjadi dan selanjutnya akan dapat dilahirkan bayi secara normal.
Proses seperti ini merupakan upaya medis untuk mengata­si kesulitan yang ada, dan hukumnya boleh (ja’iz) menurut syara’. Sebab upaya tersebut adalah upaya untuk mewujudkan apa yang disunnahkan oleh Islam, yaitu kelahiran dan berba­nyak anak, yang merupakan salah satu tujuan dasar dari suatu pernikahan. Diriwayatkan dari Anas RA bahwa Nabi SAW telah bersabda :
“Menikahlah kalian dengan perempuan yang penyayang dan subur (peranak), sebab sesungguhnya aku akan berbangga di hadapan para nabi dengan banyaknya jumlah kalian pada Hari Kiamat nanti.” (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA bahwa Rasulullah saw telah bersabda :
“Menikahlah kalian dengan wanita-wanita yang subur (peranak) karena sesungguhnya aku akan membanggakan (banyaknya) kalian pada Hari Kiamat nanti.”(HR. Ahmad)
Dengan demikian jika upaya pengobatan untuk mengusaha­kan pembuahan dan kelahiran alami telah dilakukan dan ter­nyata tidak berhasil, maka dimungkinkan untuk mengusahakan terjadinya pembuahan di luar tenpatnya yang alami. Kemudian sel telur yang telah terbuahi oleh sel sperma suami dikem­balikan ke tempatnya yang alami di dalam rahim isteri agar terjadi kehamilan alami. Proses ini dibolehkan oleh Islam, sebab berobat hukumnya sunnah (mandub) dan di samping itu proses tersebut akan dapat mewujudkan apa yang disunnahkan oleh Islam, yaitu terjadinya kelahiran dan berbanyak anak.
Pada dasarnya, upaya untuk mengusahakan terjadinya pembuahan yang tidak alami tersebut hendaknya tidak ditem­puh, kecuali setelah tidak mungkin lagi mengusahakan terja­dinya pembuahan alami dalam rahim isteri, antara sel sperma suami dengan sel telur isterinya.
Dalam proses pembuahan buatan dalam cawan untuk mengha­silkan kelahiran tersebut, disyaratkan sel sperma harus milik suami dan sel telur harus milik isteri. Dan sel telur isteri yang telah terbuahi oleh sel sperma suami dalam cawan, harus diletakkan pada rahim isteri.
Hukumnya haram bila sel telur isteri yang telah ter­buahi diletakkan dalam rahim perempuan lain yang bukan isteri, atau apa yang disebut sebagai “ibu pengganti” (surrogate mother). Begitu pula haram hukumnya bila proses dalam pembuahan buatan tersebut terjadi antara sel sperma suami dengan sel telur bukan isteri, meskipun sel telur yang telah dibuahi nantinya diletakkan dalam rahim isteri. Demi­kian pula haram hukumnya bila proses pembuahan tersebut terjadi antara sel sperma bukan suami dengan sel telur isteri, meskipun sel telur yang telah dibuahi nantinya diletakkan dalam rahim isteri.
Ketiga bentuk proses di atas tidak dibenarkan oleh hukum Islam, sebab akan menimbulkan pencampuradukan dan penghilangan nasab, yang telah diharamkan oleh ajaran Islam.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa dia telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ketika turun ayat li’an :
“Siapa saja perempuan yang memasukkan kepada suatu kaum nasab (seseorang) yang bukan dari kalangan kaum itu, maka dia tidak akan mendapat apa pun dari Allah dan Allah tidak akan pernah memasukkannya ke dalam surga. Dan siapa saja laki-laki yang mengingkari anaknya sendiri padahal dia melihat (kemiripan)nya, maka Allah akan tertutup darinya dan Allah akan membeberkan perbuatannya itu di hadapan orang-orang yang terdahulu dan kemudian (pada Hari Kiamat nanti).” (HR. Ad Darimi)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :
“Siapa saja yang menghubungkan nasab kepada orang yang bukan ayahnya, atau (seorang budak) bertuan (loyal/taat) kepada selain tuannya, maka dia akan mendapat laknat dari Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.” (HR. Ibnu Majah)
Ketiga bentuk proses di atas mirip dengan kehamilan dan kelahiran melalui perzinaan, hanya saja di dalam prosesnya tidak terjadi penetrasi penis ke dalam vagina. Oleh karena itu laki-laki dan perempuan yang menjalani proses tersebut tidak dijatuhi sanksi bagi pezina (hadduz zina), akan tetapi dijatuhi sanksi berupa ta’zir*, yang besarnya diserahkan kepada kebijaksaan hakim (qadli).
———–
*ta’zir adalah sanksi syar’i terhadap suatu perbuatan maksi­at yang tidak ada had (ketentuan jenis dan kadar sanksi) dan kaffarah (tebusan) padanya.
Jawaban dikutip dari :
Abdul Qadim Zallum
Hukmu Asy Syar’i fi Al Istinsakh, Naqlul A’dlaa’, Al Ijhadl, Athfaalul Anabib, Ajhizatul In’asy Ath Thibbiyah, Al Hayah wal Maut
Penerbit : Darul Ummah, Beirut, Libanon, Cetakan I, 1418/1997, 48 hal.
Penerjemah : Sigit Purnawan Jati, S.Si.
Penyunting : Muhammad Shiddiq Al Jawi

Rabu, 4 Januari 2012

Suntik Benih Suami (IUI)


E-mailPrintPDF
Suntikan Benih Suami (Artificial Insemination)
Rawatan secara 'artificial insemination' adalah satu kaedah di mana benih suami yang telah bersihkan/ diproses disuntik ke dalam rahim melalui faraj pada waktu isteri sedang subur.  Proses ini juga digelar dengan nama ‘I.U.I.’(intra uterine insemination).
Siapakah yang perlu menjalani rawatan I.U.I. ?
1.        Benih suami kurang, lemah atau bermasalah.
2 .       Mandul tanpa sebab-sebab yang diketahui (Unexplained Infertility)
3 .       Isteri mengidap penyakit endometriosis tetapi saluran fallopian tidak tersumbat.
4 .       Suami lemah tenaga batin, tidak boleh menyetubuhi isteri.
Cara menjalani IUI
1.         Mulakan rawatan pada haid hari ke-2 atau ke-3. Perlu makan ubat subur clomid 2 biji sehari , selama 5 hari.
2 .        Mula ujian kencing pagi untuk mengesan waktu subur (penetasan telur) pada hari ke-10. Gunakan ‘Clearplan’ atau lainnya. Apabila garis ujian sama warna seperti ‘kontrol’, ujian dianggap positif dan telur dijangka menetas 24-48 jam kemudian.
3.         Satu lagi kaedah untuk mengesan ovulation atau penetasan telor ialah dengan membuat ujian 'vaginal ultrasound' scanning, mulai hari ke-11 atau ke-12.    Ujian ultrasound dilakukan untuk mengesan beberapa telor dan untuk mengukur besarnya karong telur tersebut.     Biasanya bila ia telah mencapai ukuran 20 atau 22 mm diameter, telur akan menetas keesokan harinya atau lusa. 
4.         Pada hari penetasan telur berlaku, suami perlu mengeluarkan air mani yang akan diperoses di makmal kesuburan, lendir dibuang, benih-benih yang paling aktif dan terbaik mutunya dipilih dalam 1cc cecair khas.
5.         Suntikan benih dilakukan melalui faraj dengan menggunakan satu tiub plastik ke dalam ruang rahim.
6.         Pasangan digalakkan melakukan persetubuhan tiga malam berturut-turut selepas suntikan benih.
Rawatan cara I.U.I. boleh diulang banyak kali mungkin antara 3-6 kali. Sebaiknya dilakukan selang 2-3 bulan.

Bayi Tabung Uji

E-mailPrintPDF
Bayi Tabung Uji (GIFT, IVF , ICSI)
Terdapat beberapa kaedah rawatan yang menggunakan teknklogi kesuburan, 

diantaranya GIFT, IVF dan ICSI. 
Jika semua kaedah rawatan dan ujian telah dijalankan , tetapi masih gagal lagi untuk hamil, jalan terakhir untuk dipertimbangkan ialah melalui kaedah ‘Bayi tabung uji’. Rawatan secara GIFT dilakukan jika kedua atau satu saluran fallopian terbuka. Tetapi jika kedua-dua saluran tersumbat cara yang sesuai ialah IVF. Jika benih suami sangat kurang atau tidak aktif kaedah IVF& ICSI dilakukan. Dengan adanya kemudahan pembekuan ‘embryo’ hasil rawatan IVF menjadi lebih baik  kerana lebihan embryo boleh disimpan dalam freezer dan dimasukkan balik dalam rahim pada waktu tertentu kemudian.
Kaedah rawatan ‘Bayi tabung uji’ adalah mahal (harga antara RM 6,000 hingga 15,000) bagi setiap percubaan. Disamping itu ia memerlukan lawatan ke klinik berulang-ulang kali atau setiap hari ketika dalam rawatan.
Dari segi Islam, kaedah rawatan ‘Bayi tabung uji’ tidak salah asalkan benih suami isteri digunakan dan ia tidak melibatkan benih orang lain.
Asas rawatan
Pada asasnya rawatan secara ‘bayi tabung uji’ melibatkan percantuman benih di makmal, kemudian dimasukkan balik ke dalam rahim. Dalam GIFT setelah benih lelaki dan telur isteri dicampur, ia dimasukkan balik ke dalam rahim melalui muncung saluran fallopian , syaratnya saluran tersebut tidak sumbat.
Cara rawatan
Rawatan bermula daripada hari kedua haid. Ada beberapa peringkat;
1.    Rangsangan ovary untuk mengeluarkan seberapa banyak telur yang boleh. 
Ubat subur dan suntikan hormon subur diberikan setiap hari untuk selama 5 hari atau lebih. 
Pertumbuhan telur diawasi dengan ujian ‘vaginal ultrsound’ dan hormon dalam darah. 
Apabila telur-telur telah matang (biasanya hari ke 12-13-14) penuaian telur dilakukan.
2.   Proses penuaian telur dari kilang ovari boleh dilakukan samaada melalui ‘vaginal ultrasound’ ataupun melalui pembedahan ‘laparoscopy’.   
Bergantung kaedah mana (GIFT atau IVF) yang akan dilakukan, bagi melakukan bayi tabung uji secara GIFT, penuaian telur secara laparoscopy adalah sesuai kerana telur dan benih suami yang telah dicantumkan di makmal perlu dimasukkan balik ke dalam saluran fallopian pada ketika itu juga.    
Bagi bayi tabung uji secara IVF biasanya penuaian telur dilakukan melalui saluran faraj dengan menggunakan ‘vaginal ultrasound scanning’.      
Walau demikian kedua-dua tatacara ini memerlukan pesakit dibius supaya ia membolehkan penuaian benih yang optima.
3.    Percantuman benih dan telur dalam makmal (in vitro fertilization)
Setelah telur-telur
 dituai dan benih-benih suami didapati, percantuman dilakukan di makmal kesuburan selama antara 2-3 hari. 
Hasilnya ialah ‘embryo’ yang mengandungi antara 2-16 sel. 
Seterusnya embryo akan dipindahkan kedalam rahim.
4.    Pindah embryo ke dalam rahim.  
Dua embryo akan dipindahkan kedalam rahim setiap kali. 
Yang lainnya akan disimpan dalam ‘freezer’ dan boleh tahan beberapa tahun.
Jika pemindahan embryo pertama gagal, ia boleh diulang pada masa lain dari embryo yang dibekukan.
5.    Rawatan selepasnya.Sokongan ubat hormon secara suntikan atau lainya perlu diberikan.
Pesakit perlu banyak berehat. 
Jauhkan dari persetubuhan.

Bayi Tabung Uji -IVF



Kaedah rawatan bayi tabung uji atau IVF + ICSI adalah langkah terakhir jika rawatan lain untuk capai kehamilan gagal kerana ia merupakan rawatan yang mahal harganya ( antara RM 4 - 20 ribu) dan prosedurnya rumit dan memerlukan peralatan yang canggih  dan pakar khusus yang benar2  terlatih dan komited.



Apakah prosedur IVF dan ICSI?

IVF atau bayi tabung uji ialah satu kaedah rawatan dimana persenyawaan benih lelaki dan telor perempuan dilakukan diluar tubuh wanita (in vitro fertilization), iaitu didalam makmal dan embryo yang dihasilkan dimasukkan balik kedalam rahim (embryo transfer).
ICSI ialah satu prosedur dimana sel benh lelaki disuntikan terus kedalam sel telor isteri.

In vitro fertilization / IVF






ICSI





Embryos



Siapa yang sesuai untuk rawatan IVF

1.  Wanita yang saluaran fallopian tersumbat (blocked tubes), munkin berpunca dari jangkitan kuman, penyakit endometriosis, fibroids atau lain2. Setengah pesakit tersebut munkiin sudah menjalani pembedahan untuk betulkan saluran tetapi gagal untuk hamil.

2.  Pasangan yang telah lama kahwin tanpa anak dan telah menjalani berbagai kaedah rawatan kesuburan termasuk pembedahan , ubat subur dan beberapa kali suntikan benih suami (IUI) tetapi gagal hamil.

3.  Benih suaminya rendah hitungan, kurang aktif pergerakkan atau banyak yang berbentuk luar biasa.
Dalam situasi begini IVF dan ICSI dilakukan dimana benih  suami disuntikkan terus kedalam sel telor isteri.

4.  Kemandulan tanpa sebab2 yang diketahui ' unexplained infertility ' dan gagal hamil walau pun kaedah IUI telah dicuba banyak kali.

5.  Pesakit2 PCOS dan endometriosis yang telah dirawat dengan kaedah2  biasa saperti ubat subur, pembedahan dan IUI tetapi masih gagal hamil.



Membuat keputusan untuk rawatan IVF dan ICSI 

Sebaiknya keputusan melakukan rawatan IVF / ICSI dibuat setelah semua pilihan kaedah rawatan lain telah dilaksanakan dan masih gagal hamil. Akhirnya kita perlu berserah dan bertawakkal kepada AllahSWT dan mendapat panduan dariNya dengan melakukan solat istiharah sekurangnya 3 kali maklumlah harganya mahal dan hasil kehamilan munkin dalam lingkungan 20 - 40 % sahaja.

Memileh Pusat rawatan IVF dan ICSI !

Sekarang ini pusat rawatan IVF/ICSI tumbuh macam cendawan berbanding dengan tahun 80an bila ia mula diperkenalkan dimalaysia. Dihospital2 kerajaan, separuh kerajaan dan swasta pusat2 IVF/ICSI bolih didapati dan pihak kerajaan banyak memberi subsidi kepada pesakit2. Harga rawatan dihospital kerajaan munkin semurah RM 4K , manakala dipusat2 swasta anatar RM 15 - 20 K. Saya tahu kebanyakan pakar yang melakukan IVF/ICSI hanya sebagai sambilan sahaja kerana mereka banyak tugas2 lain untuk dilakukan. Saya juga tahu ada sebilangan kecil pakar yang hanya khusus buat IVF/ICSI sahaja dan tidak melakukan rawatan2 lian dalam bidang O&G. Tentulah kumpulan kedua ini akan mendapat kejayaan yang lebih dengan lebih ramai pesakit yang hamil  dan melahirkan anak.



Video prosedur IVF



Rangsangan telor (ovarian stimulation)



Menuai Telor / Egg Retrieval



In Vitro Fertilization



Embryo Transfer

Selasa, 3 Januari 2012

Pengalaman mengikuti program bayi tabung di penang dengan dokter NG Peng Hwa di RS Lam Wah EE

Salam kenal teman2 di bayi-tabung.com… Saya Lina berusia 26thn, dan suami 28thn.. saya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman bayi tabung saya…saya mengikuti program bayi tabung di penang dengan dokter NG Peng Hwa di RS Lam Wah EE…saya sudah menikah 5thn, dan belum pernah hamil. Mulai suntikan superfact 40 tgl 16nov dan terus dilanjutkan sampai tgl [...]


Hai salam kenal, saya berasal dari jakarta, kemarin tgl 3 Des 2011 saya dan teman saya yang bernama meilina, dia berasal dari Padang, sama-sama menjalani proses ET, Setelah sama-sama juga kami menjalani proses dari awal. Puji Tuhan kami berdua sekarang sudah sama sama positif hamil. Namun aku hamil dari hasil thaw cycle setelah program bayi [...]


Hi, teman-teman. Setelah sekian lama mencari informasi dan mengalami semuanya secara langsung, ingin rasanya berbagi informasi kepada teman-teman. Disini saya mau berbagi trik-trik simple yang bisa membuat perjalanan berobat kita lebih nyaman. Kebetulan informasi ini hanya untuk berobat di Lam Wah Ee Hospital Pulau Penang. Tapi mungkin kiatnya bisa disesuaikan dengan kota tempat berobat lainnya. [...]


Hi teman-teman. Nama saya Lia. Setelah setahun menyusun rencana, akhirnya saya bisa melakukan bayi tabung. Untuk hasilnya masih belum tahu karena masih ada sepuluh hari lagi baru saya akan melakukan pemeriksaan darah(bhcg). Masalah fertility sudah saya sadari dari beberapa tahun yang lalu. Tapi karena kurangnya pengetahuan dan informasi, saya baru “terbuka” untuk melakukan bayi tabung [...]


Salam kenal, nama saya Ge (29 tahun) dan suami saya Ed (32 tahun), kami menikah 2 tahun lalu di bulan Februari, mungkin masih terlalu dini jika di lihat dari usia pernikahan. Kami memutuskan untuk mengikuti program  bayi tabung dengan pertimbangan jika usia kami semakin bertambah maka keberhasilan dari program ini juga semakin sensitive dan masa [...]




Saya ingin memberikan pengalaman bayi tabung yg saya lakukan tuk di muat agar bisa memberi inspirasi buat teman2 yg sudah lama mendambakan tuk punya momongan.
Nama saya: Herni, sudah berkeluarga selama 6 tahun, saat ini saya sedang mengandung 11 minggu. Saya program bayi tabung di Penang di hospital Lam Wah Ee dgn dr Eng Peng Wah.
Saya melakukan program bt krn saya sudah lelah dlm melakukan segala upaya tuk bisa mendptkan momongan. Sebelum bt saya terakhir program inseminasi 2 kali gagal di rs pik jkt dgn dr Dario Truk. Di dlm kegagalan itu saya dan suami sempat rehat sejenak krn merasa lelah dan putus asa.
Di dlm rehat itu datanglah teman dari mertua saya, membujuk kita tuk coba bt di Penang dgn dr Eng Peng Wah. Ini bt saya yg pertama kali dan puji tuhan saya berhasil.
Saat ini saya mengandung dgn 3 janin, dgn kondisi janin yg berkembang dgn sehat, baik dan sempurna.
Saya berharap smoga teman2 yg bernasib sama dgn saya slalu berusaha dan jgn pernah putus asa, percayalah pasti ada jalan keluar tuk kita bila kita tdk pernah mengenal kata menyerah.


Isnin, 2 Januari 2012

Persenyawaan Buatan Dan Bayi Tabung Uji

Persenyawaan Buatan Dan Bayi Tabung Uji
1)  Ketetapan-Ketetapan Syarak Yang Berkaitan Dengan Tajuk Perbahasan
1.1 Kaedah kelahiran bayi secara fitrah adalah bermula dengan pertemuan dua anggota
sulit antara suami dan isteri ketika proses hubungan kelamin lantas berlaku
persenyawaan antara benih si suami (sperma) dan benih si isteri (ovum)
1.2 Setiap anak yang lahir mempunyai ikatan dan hubungan yang erat dengan kedua ibu
bapanya.
• Hubungan Anak Dengan Ayah
1) adalah hubungan yang berkaitan dengan kejadian manusia melalui
air mani si bapa dan hubungan pewarisan
 (

)
• Hubungan anak dengan si ibu
adalah hubungan (

) yang berasaskan ovum si ibu
1) Hubungan ketika masa mengandungkan anak dan penjagaan yang
sumbernya adalah berasaskan rahim si ibu.(
)
• Oleh itu apabila sperma bukan milik si ayah tetapi milik
kepada lelaki lain, maka di sana terputus hubungan si
anak dengan si bapa yang merupakan suami kepada
wanita yang melahirkan anak tersebut
• Apabila ovum bukan milik si ibu yang mengandungkan
si anak maka di sana telah terputus salah satu daripada
dua hubungan antara anak dan ibu
• Apabila sperma dan ovum adalah kepunyaan dua pasang
suami isteri tetapi dua benih yang telah disenyawakan ini
dikandungkan oleh wanita lain maka terputuslah
hubungan (
) antara anak dan ibu yang
menghasilkan ovum
• Kesimpulan: apabila terputus salah satu hubungan
tersebut maka si ayah bukan lagi ayah yang sah dan si
ibu bukan lagi ibu yang sah.
1.3 Sesuatu hukum yang bakal diputuskan akan bergantung kepada kekuatan Mafsadah
dan Manfa`ah. Oleh itu mana-mana di antara dua sudut ini lebih kuat berbanding
dengan sudut yang kedua maka hukum akan mengikut pihak atau segi yang lebih
kuat sama ada dalam memutuskan halalnya sesuatu perkara atau sebaliknya.  
Namun apabila mafsadah dan manfa`ah berada pada tahap yang sama maka di saat
itu pemutusan sesuatu hokum akan diserahkan kepada  para mujtahidin yang
berkelayakan untuk berijtihad
 
! " # $ # %# &'$ ( )
* + (
) ,- " .+ ,+ '/ 0/ 12 ,+ 3 2
1.4 Syarak telah menerangkan bahawa jasad manusia dan manfaat yang diperolehi
daripada jasad tersebut adalah hak milik tuan jasad tersebut. Namun manusia tidak
berhak menggunakan anggotanya melainkan dalam perkara-perkara yang dibenarkan
oleh syarak.
 
 Contoh: Nikmat mata dimiliki oleh pemilik mata tetapi Islam mengharamkan
penggunaan mata pada perkara-perkara yang diharamkan oleh syarak
1.5 Perkara-perkara yang termasuk dalam katagori Hajiat dan Dharuriyyat tidak boleh
dihukum dengan fatwa berbentuk umum sebaliknya apabila seseorang ditimpa
persoalan yang berkaitan dengan dua ruang lingkup ini, beliau mesti meminta
pandangan daripada ulamak yang berhak untuk berijtihad agar masalah yang
dihadapi dapat dihukum secara tepat
1.6 Kewajipan seseorang muslim adalah menghukum suasana yang berlaku dengan
syariat Allah. Oleh itu tidak boleh bagi seseorang  individu menghukum sesuatu
perkara bukan berdasarkan syariat Allah Taala.
1.7 Memelihara keturunan dan kehormatan adalah di antara lima Maqasid Syar`ie yang
dijaga dalam setiap hukum-hakam Islam.
 
Oleh itu Islam mengharamkan setiap tindakan yang boleh menyebabkan keraguan
dalam penentuan nasab ataupun apa-apa perbuatan yang mengakibatkan percampuran
nasab kesan daripada hubungan kelamin yang tidak syar`ie.
Jelasnya setiap perkara yang boleh menghancurkan kemuliaan nasab dan kehormatan
diri adalah diharamkan oleh syarak
1.8 Menjadi kewajipan ke atas setiap para ulamak untuk menjelaskan pandangan Islam
kepada komuniti muslim terhadap perkara-perkara baru yang timbul dalam
masyarakat moden agar setiap muslim tidak mencampur-adukkan perkara-perkara
yang halal dan haram dalam kehidupan seharian
 Menjadi kewajipan ke atas setiap individu muslim agar tidak melakukan sesuatu
perkara melainkan setelah mendapat penjelasan daripada para ulamak Islam
 2)  Bentuk-Bentuk Persenyawaan yang Ada Hubung Kait Dengan Bayi Tabung Uji  
      Dan Persenyawaan Buatan
(  : ;< 4 5 + 678 9
4 * )
2.1 Pembahagian Pertama: Dari Aspek Lokasi Persenyawaan
• Persenyawaan Dalam (7
= 3 74 '> ?
)
Kaedah ini berlaku apabila sperma diambil daripada  zakar lelaki lalu
dimasukkan ke dalam bahagian tertentu pada faraj wanita untuk
disenyawakan bersama ovum wanita tersebut dengan kaedah saintifik.
(Persenyawaan antara sperma dan ovum berlaku di dalam rahim) 3
• Persenyawaan Luar (7@ A 74 '> ?
)
Kaedah ini berlaku dengan cara pengambilan sperma dan ovum lalu
disenyawakan di luar faraj melalui bantuan radas makmal
2.2 Pembahagian Kedua: Dari Segi Pemilik Sperma
• (B C ?
)
Pembahagian ini erdiri daripada tiga unsur (sperma, ovum dan
 dinding rahim) yang ketiga-tiganya adalah daripada suami dan
 isteri yang sah menurut Islam.
 Bahagian ini terdiri daripada daripada 2 bentuk:
a) 7
= 3 74 '> ?

b) 7@ A 74 '> ?

(D'@E ?
)
   Dalam bahagian ini salah satu daripada 3 unsur di atas atau kesemuanya
  sekali tidak berasal daripada dua orang suami isteri yang sah di sisi
  pandangan syarak yang kita boleh pecahkan kepada dua bahagian:
a) Dari segi sperma dan ovum
- Salah satu daripada kedua-dua benih tersebut atau keduaduanya sekali bukan milik sepasang suami isteri yang sah di
sisi syarak
b) Dari segi dinding rahim
- Rahim yang dijadikan tempat penempelan boleh dibahagikan
kepada tiga bahagian
• rahim si isteri sendiri
• rahim madu si isteri (isteri kedua atau keseterusnya
bagi suami yang mengamalkan poligami)
• rahim wanita yang bukan isteri kepada pemberi
sperma
Ringkasan Keputusan 7$%! 7& , F pada Daurah yang ketujuh yang berlangsung di
Makkah pada 11-17 Rabiul Akhir tahun 1404 Hijriah bersamaan 14-19/1/1984
 
o Persenyawaan buatan boleh dikatagorikan kepada dua cara:
1. 7
= 3 74 '> ?

2. 7@ A 74 '> ?

o Penjelasan bagi cara-cara yang diamalkan dalam proses persenyawaan buatan:
7
= 3 74 '> ?

1. Cara Pertama
- Sperma si suami diambil seterusnya dimasukkan ke
dalam faraj si isteri melalui kaedah perubatan moden
agar sperma tersebut dapat bergabung dengan ovum si
isteri lalu menghasilkan persenyawaan secara tabiie4
- Kaedah ini digunakan apabila si suami tidak mampu
untuk memancutkan sperma yang mampu untuk dengan
ovum secara tabiie
2. Cara kedua
- Sperma daripada seorang lelaki asing diambil lalu
dimasukkan ke dalam faraj seorang wanita yang telah
bersuami dengan tujuan agar sperma tersebut mampu
untuk bercantum dengan ovum si isteri tersebut.
- Cara ini digunakan apabila si suami tidak mampu untuk
menghasilkan sperma yang benar-benar layak untuk
menghasilkan anak apabila bercantum dengan ovum.
7@ A 74 '> ?

3. Cara ketiga
- Sperma dan ovum daripada sepasang suami isteri
diambil lalu disenyawakan di luar rahim dengan kaedah
persenyawaan beradas. Apabila kedua-dua benih
tersebut telah bersenyawa, kedua-dua benih tersebut
dimasukkan ke dalam rahim si isteri, pemilik ovum yang
disenyawakan lalu berlakulah proses penempelan di
dinding rahim dan membesar sehingga dilahirkan.
4. Cara keempat
- Berlaku persenyawaan luar secara beradas antara sperma
yang diambil daripada suami tetapi ovum diambil
daripada wanita lain yang bukan isteri kepada pemilik
sperma tersebut lalu kedua-dua benih yang telah
disenyawakan tadi dimasukkan ke dalam rahim isteri
kepada pemilik sperma.
- Keadaan ini berlaku apabila si isteri tidak mampu untuk
menghasilkan ovum yang benar-benar sihat yang mampu
untuk disenyawakan tetapi beliau memiliki dinding
rahim yang mampu untuk menerima tempelan ovum dan
sperma yang telah disenyawakan
5. Cara kelima
- Berlaku persenyawaan luar di dalam tabung uji antara
sperma seorang lelaki asing dengan ovum seorang
wanita yang bukan isteri si pemilik sperma lalu keduadua benih ini ditempelkan pada dinding rahim seorang
wanita lain yang telah berkahwin. Bermakna wanita
yang memberi ovum dan wanita yang menjadikan
rahimnya sebagai tempat tempelan benih kedua-dua
mereka bukan isteri kepada lelaki yang menyumbangkan
sperma.
- Keadaan ini berlaku apabila seorang anita yang telah
berkahwin tidak mampu untuk menghasilkan ovum yang
sihat tetapi rahimnya mampu untuk menerima tempelan5
dua benih yang telah disenyawakan dalam keadaan
suami kepada wanita tersebut juga tidak mampu untuk
menghasilkan sperma yang sihat.
6. Cara keenam
- Kedua-dua sperma adalah milik sepasang suami isteri
yang sah di sisi Islam dan telah disenyawakan dengan
kaedah persenyawaan luar tetapi kedua-dua benih ini
ditempelkan pada dinding rahim seorang wanita lain
yang bukan isteri kedua atau seterusnya kepada lelaki
yang menyumbangkan sperma.
- Keadaan ini berlaku apabila si isteri tidak mampu untuk
mengandungkan janin yang bakal lahir atas sebab-sebab
kesihatan namun wanita tersebut memiliki ovum yang
subur.
- Ataupun keadaan ini berlaku apabila si isteri tidak mahu
untuk melahirkan anak sekalipun dia memiliki dinding
rahim yang baik untuk melahirkan anak.
7. Cara yang ketujuh
- Cara ini sama dengan cara keenam tetapi si wanita yang
sudi untuk menjadikan dinding rahimnya sebagai tempat
tempelan sperma dan ovum yang telah disenyawakan
merupakan isteri kedua atau seterusnya kepada pemberi
sperma yang mengamalkan poligami.
o Pandangan Islam dalam persoalan yang
berhubungkait dengan persenyawaan buatan dan
bayi tabung uji
• Hukum Islam Secara Umum
1) Perlakuan seorang wanita yang
mendedahkan auratnya kepada insan
lain yang Islam mengharamkan
perhubungan jenis antara kedua-duanya,
pendedahan aurat tersebut diharamkan
sama sekali oleh Islam melainkan
kerana tujuan-tujuan yang dibenarkan
oleh Islam
2) Sikap seorang wanita yang mahu untuk
menghilangkan penyakit yang menimpa
dirinya adalah dianggap oleh syarak
sebagai satu sebab yang mengharuskan
si wanita tersebut untuk membuka
auratnya di hadapan orang yang bukan
suaminya tetapi dalam ruang lingkup
G 3 2 3 < H 0 H I ? J< H 0
3) Apabila si wanita telah dibenarkan oleh
syarak untuk membuka auratnya kepada
insan lain yang bukan suaminya, maka 6
menjadi satu kewajipan agar doktor
yang mengubati si wanita tersebut
adalah seorang muslimah. Seandainya
tidak ada doktor wanita muslimah maka
gantinya adalah seorang doktor wanita
non muslimah. Seandainya tidak ada
maka seorang doktor lelali muslim yang
thiqah dan sekiranya tidak ada maka
yang terakhir adalah seorang doktor
lelaki non muslim
Islam mengharamkan si doktor
lelaki sama ada muslim atau non
muslim yang mengubati pesakit
wanita yang bukan mahramnya
berada dalam keadaan khalwat
(bersunyi-sunyian). Oleh itu
tidak boleh tidak mesti di sana
ada suami si pesakit wanita atau
wanita lain yang menemani si
pesakit ketika sedang mendapat
rawatan daripada si doktor
lelaki.
• Hukum Islam Secara Khusus Yang Berhubung Kait Dengan Persenyawaan
Buatan Dan Bayi Tabung Uji
1) Keinginan sang isteri yang tidak boleh hamil dan keinginan sang suami
yang mandul yang inginkan anak dianggap oleh syarak sebagai satu sebab
untuk membolehkan penggunaan cara-cara yang dibenarkan oleh syarak
dalam persenyawaan buatan (  74 '> ?
)
2) Cara pertama dengan mengambil sperma daripada si suami lalu
disenyawakan dengan ovum isterinya dalam kaedah persenyawaan dalam
yang seterusnya akan menempel di dinding rahim isteri, pemilik ovum,
kaedah ini adalah dibenarkan oleh syarak berdasarkan syarat-syarat umum
yang telah disebutkan sebentar tadi dalam keadaan si wanita yang
menggunakan cara pertama ini sangat-sangat berhajat kepada kaedah ini
semata-mata untuk mendapatkan  cahaya mata.
3) Cara ketiga dengan cara kedua-dua benih adalah milik sepasang suami
isteri yang sah tetapi kedua-dua benih ini disenyawakan dengan cara
pesenyawaan luar (7@ A 74 '> ?
) Sekalipun ditempelkan pada
dinding rahim si isteri, cara ini pastinya akan mempunyai kritikan kerana
pastinya ada kemungkinan berlakunya kesilapan yang  menyebabkan
ketidakyakinan dalam masalah penentuan nasab si bayi yang bakal lahir.
Oleh itu Islam tidak membenarkan cara ketiga ini melainkan apabila
berlaku keadaan dharuri yang sangat-sangat berhajat kepada penggunaan
cara yang ketiga ini dengan mengikut syarat-syarat  umum yang telah
disebutkan. 7
4) Cara yang ketujuh dengan cara persenyawaan dua benih daripada sepasang
suami isteri dengan kaedah persenyawaan luar tetapi dua benih ini
ditempelkan pada rahim isteri kedua atau seterusnya (madu kepada si isteri
yang memiliki ovum) yang sanggup untuk mengandungkan benih tesebut,
cara ini hukumnya adalah harus berdasarkan ijtihad  jamaie daripada AlMajmak Al-Feqhi Al-Islami tetapi dengan syarat bahawa si isteri pemilik
ovum sangat-sangat berhajat kepada cara ketujuh ini di samping mengikut
syarat-syarat umum yang telah disebutkan.
5) Dalam taida keadaan yang dibenarkan oleh Islam berdasarkan ijtihad
Jamaie tadi, nasab anak yang bakal lahir akan dithabitkan kepada dua
orang suami isteri yang telah menyumbangkan dua benih (ovum dan
sperma)  yang telah disenyawakan.
o Adapun si isteri kedua (madu kepada isteri yang disenyawakan
ovumnya) yang tidak menyumbangkan ovum tetapi sanggup
menyumbangkan dinding rahimnya sebagai tempat tempelan benih,
hubungan wanita tersebut dengan anak yang bakal dilahirkan
menurut rahimnya adalah menurut hukum penyusuan (
) bahkan
dalam kes ini wanita penyumbang rahim tersebut lebih kuat
hubungannya dari segi hukum yang berkaitan dengan (
)
berbanding dengan wanita yang hanya sekadar menyusukan si anak.
Ini kerana janin di dalam kandungan akan menggunakan seluruh zat
daripada tubuh si penderma dinding rahim (ibu tumpang).
 
6) Adapun empat cara selain daripada tiga cara yang telah disebutkan
keharusannya dari perspektif syarak, kesemuanya diharamkan oleh syarak
secara jelas kerana kedua-dua benih bukan daripada dua orang suami isteri
yang sah ataupun kerana wanita yang sudi untuk menjadikan rahimnya
sevagai tempat tempelan bukan isteri kedua atau seterusnya kepada lelaki
yang menyumbangkan sperma.
o Walau bagaimanapun, setelah melihat kepada beberapa cara
persenyawaan buatan yang dibenarkan oleh Islam di samping
wujudnya kemungkinan berlakunya percampuran nasab hasil
daripada kesalahan doktor dalam memastikan bahawa benih yang
diambil untuk disenyawakan dalam persenyawaan beradas benarbenar daripada dua orang suami isteri yang sah, maka Majlis AlMajmak menasihati agar seseorang muslim tidak menggunakan
proses persenyawaan buatan melainkan dalam keadaan sangat-sangat
dharuri dengan cara yang betul-betul teliti dan berhati-hati agar tidak
berlaku sebarang percampran nasab dan kesalahan dalam proses
persenyawaan buatan.
4) Perbincangan Semula Ketetapan Yang Dikeluarkan Oleh  9$%! , F pada
Daurah Yang Ketujuh 8
• 9$%! , F pada daurah yang kelapan telah menarik balik pandangan
yang membenarkan cara ketujuh yang menjadikan tempelan rahim adalah
rahim isteri kedua atau seterusnya bagi suami, pemilik sperma.
• Setelah dibincangkan kembali dengan melihat pandangan daripada pakarpakar perubatan, 9$%! , F pada daurah yang kelapan telah mengambil
keputusan dengan mengharamkan cara yang ketujuh ini dengan sebab di sana
berlaku kemungkinan yang sangat besar yang akan mengakibatkan keraguan
dalam penentuan nasab si janin.
• Antara sontoh keraguan:
o Isteri kedua yang menjadikan rahimnya sebagai tempat tempelan
kepada benih suami yang disenyawakan dengan benih madunya,
wanita ini berkemungkinan akan mengandungkan zuriatnya dengan
si suami sebelum berlaku tempelan hasil antara benih suaminya dan
madu si wanita tersebut.
o Atau boleh berlaku di sana kelahiran anak kembar yang kita tidak
dapat pastikan adakah kedua-duanya anak kepada isteri yang
menderma rahim atau isteri yang memberi ovum.
o Berkemungkinan benih antara suami dan isteri pemilik ovum yang
ditempelkan pada rahim isteri yang menderma dinding rahimnya
telah mati lalu berlaku persenyawaan baru antara suami dan isteri
yang menderma rahimnya.
• Jelasnya, keraguan yang cukup besar ini pastinya akan menyebabkan seorang
mujtahid akan mengharamkan setiap cara yang mengakibatkan keraguan ini
kerana Islam amat menitikberatkan masalah nasab seseorang.
• Oleh itu cara yang dibenarkan oleh Islam dalam masalah persenyawaan
buatan ini adalah cara pertama dan ketiga sahaja.
Sekian, Wallahu A’la wa A’lam.
Oleh:
Ustaz Hairul Nizam Mat Husain
BA (Syariah) Al-Azhar

Ahad, 1 Januari 2012

Soal Jawab Tentang Agama

ibnu_sina





Soal Jawab Agama




1.Apakah hukumnya jika menggunakan kaedah bayi tabung uji untuk mendapatkan anak?

i.
Bayi tabung uji dari benih suami isteri yang dicantumkan secara "terhormat" adalah sah di sisi Islam. Sebaliknya benih yang diambil dari bukan suami isteri yang sah, bayi tabung uji itu adalah tidak sah.
ii.Bayi yang dilahirkan melalui tabung uji itu boleh menjadi wali dan berhak menerima harta pusaka dari keluarga yang berhak.
iii.Sekiranya benih dari suami atau isteri yang dikeluarkan dengan cara yang tidak bertentangan dengan Islam, maka ianya dikira sebagai cara terhormat.
2.Apakah pandangan Islam tentang kewujudan bank air mani?
.Mengadakan bank air mani adalah haram dalam Islam.
ii.Sekiranya bank air mani telah sedia wujud maka kerajaan hendaklah bertindak untuk menghapuskannya
iii.Permanian beradas yang dilakukan kepada manusia adalah haram kecuali jika air mani daripada suami didapati secara muhtaram (yang diluluskan oleh syarak), dibenarkan oleh Islam.
iv.Penglibatan doktor pakar atau mana-mana pihak yang berkaitan dengan bank air mani adalah haram.
3.Bagaimanakah pandangan Islam tentang pemindahan jantung dan mata orang mati kepada orang yang hidup?
a)Didalam keadaan mendesak dan mustahak, bahawa nyawa penerimanya bergantung kepada pemindahan anggota itu dan pemindahannya adalah difikirkan berjaya.
b)Di dalam keadaan pemindahan jantung, kematian penderma telah dipastikan sebelum dipindahkan jantungnya.
c)Tindakan-tindakan yang sewajarnya hendaklah diambil supaya tidak ada pembunuhan manusia dan perdagangan anggota-anggotanya.
d)Kebenaran hendaklah diperolehi daripada penderma-penderma sebelum pemindahan sebarang anggota di dalam kematian biasa atau dari kaum keluarga atau keluarganya di dalam kematian akibat kemalangan.
4.Bagaimanakah pandangan Islam terhadap pembedahan mayat orang Islam (post-mortem)?
Pembedahan mayat orang Islam hanya boleh dilakukan jika keadaan benar-benar memerlukan (darurat) sahaja seperti terlibat di dalam kes-kes jenayah yang sangat memerlukan bedah siasat atau si mati tertelan benda berharga atau si mati sedang mengandung sedangkan kandungannya masih hidup.
5.Apakah hukumnya menggunakan baja yang diperbuat dariapda najis seperti najis khinzir, lembu dan sebagainya?


i.Bahawa baja yang diperbuat daripada tahi babi adalah najis mughallazah, sementara hukum menggunakannya sebagai baja adalah harus serta makruh.
i.Bahawa makanan ayam yang diproses daripada bahan-bahan yang bercampur dengan najis seperti darah lembu, darah babi dan lain-lain adalah harus atau halal

6.Bagaimanakah kedudukan Mak Nyah dalam Islam?
i.Pertukaran jantina dari lelaki kepada perempuan atau sebaliknya melalui pembedahan adalah haram daris egi syarak.
i.Seseorang yang dilahirkan "khunsa musykil" iaitu manusia yang dilahirkan mempunyai dua alat kemaluan, lelaki dan perempuan diharuskan pembedahan bagi mengekalkan salah satu alat jantina yang benar-benar berfungsi supaya dapat digunakan mengikut keadaan yang sesuai.

7.Bolehkah dilakukan pemindahan mayat dari satu negeri ke satu negeri yang lain?
Pemindahan mayat dari satu negeri ke satu negeri yang lain adalah harus sekiranya keadaan memerlukan (darurat) tetapi mestilah dipastikan si mati dipindahkan dengan cara yang baik dan sempurna.
8.Bagaimanakah pandangan Islam bagi seseorang perempuan yang menggugurkan kandungan atas nasihat doktor yang disebabkan kecacatan.
Pemindahan mayat dari satu negeri ke satu negeri yang lain adalah harus sekiranya keadaan memerlukan (darurat) tetapi mestilah dipastikan si mati dipindahkan dengan cara yang baik dan sempurna.
9.Bagaimanakah pandangan Islam bagi seseorang perempuan yang menggugurkan kandungan atas nasihat doktor yang disebabkan kecacatan.

i.Menurut Ijmak Fuqaha, haram menggugurkan janin yang telah berumur lebih 120 hari kerana pengguguran itu dianggap satu jenayah bunuh ke atas janin yang telah ditiupkan roh kecuali pengguguran itu untuk menyelamatkan nyawa ibu atas sebab-sebab kecacatan yang teruk.
ii.Makruh menggugurkan janin yang berumur antara 1 hari hingga 40 hari sekiranya tidak mendatangkan bahaya pada ibu dan mendapat persetujuan daripada kedua-dua suami isteri.
iii.Ijmak Fuqaha berpendapat pengguguran janin yang berumur sebelum 120 hari harus sekiranya janin itu cacat dan berpenyakit yang boleh membahayakan nyawa ibu

10.Apakah pandangan Islam jika seseorang itu bersahabat atau meminta pertolongan jin?

i.Bersahabat dengan jin dengan tujuan mendapatkan pertolongan dalam perkara yang ditegah oleh syarak adalah haram.
ii.Meminta pertolongan jin dalam rawatan perubatan sehingga membawa syirik adalah haram.
iii.Meminta pertolongan jin untuk mencari kekuatan dan kehebatan adalah haram.
iv.Meminta dan menggunakan khidmat jin untuk ilmu sihir atau nujum adalah haram


Soal jawab dengan Dr.Mashitah Ibrahim


Jimak tiga hari di bulan Ramadan
SAYA tinggal di selatan dan isteri saya tinggal di utara tanah air. Ketika saya berjumpa isteri pada Ramadan lalu, kami telah berjimak tiga hari berturut-turut pada siang hari. Sebelum melakukannya kami telah membatalkan puasa dengan minum air.Adakah kami perlu berpuasa dua bulan berturut-turut? Atau adakah dua bulan berturut-turut itu denda bagi satu hari (jika tiga hari bermakna kena berpuasa sembilan bulan?)Jika tidak mampu, bagaimanakah kami boleh membayar kifarahnya? Adakah kifarahnya perlu dibayar tiga kali ganda?
JAWAPAN
BERJIMAK disiang hari bulan Ramadan berdosa dan batal puasa.Perlu qada puasa dan kafarah puasa sebanyak dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin.
Denda ini adalah bagi satu hari batal dengan berjimak. Jika tiga hari maka kafarahnya juga berganda iaitu sembilan bulan atau beri makan 180 orang miskin.Bagaimanapun, jika saudara berbuka terlebih dulu dengan minum air maka yang wajib cuma membayar puasa yang terbatal saja.Segalanya tergantung pada niat sendiri jika sengaja berbuat demikian dalam keadaan saudara memang tahu hukumnya, hukum berbuka itu sendiri sudah berdosa besar.




Tipu tuntutan kerja lebih masa
SAYA bekerja di jabatan kerajaan dan saya selalu membuat tuntutan kerja lebih masa walaupun walaupun saya tiada di pejabat pada hari itu. Saya juga sering meminta pekerja saya `punch' kad saya lewat bagi membolehkan saya buat tuntutan kerja lebih masa.Adakah wang gaji yang saya terima itu haram dan menurut kawan saya,makanan yang haram akan melahirkan anak haram.Adakah ini benar? Bagaimanakah saya boleh membayar balik kepada majikan?
SERBA SALAH, Kedah.
JAWAPAN
Dalam hidup ini perlu ada amanah, Nabi bersabda yang bermaksud:
"Tiada agama bagi yang tidak amanah."
Jika saudara berkelayakan dalam tuntutan itu adalah hak saudara, jika saudara menuntut sesuatu yang bukan hak saudara dan menipu itu sudah pastinya berdosa.Makanan yang haram akan melahirkan akhlak yang buruk dan bukannya anak haram.Banyakkanlah bertaubat, bersedekah dengan niat ikhlas kerana Allah,supaya dapat diampunkan dosa yang lama.



Solat pakai minyak wangi beralkohol
ADAKAH sah sembahyang seseorang itu jika dia menggunakan bahan kecantikan beralkohol seperti minyak wangi dan terkena pada pakaiannya?

SITI,
Masai, Johor


JAWAPAN
Sudah disepakati alkohol yang ada dalam minyak wangi bukanlah alkohol yang menyebabkan tidak sah solat.Bagaimanapun perkara ini masih termasuk dalam perkara shubahat.
Kita ada dua pilihan; menggunakannya jika mahu atau mengelakkannya.Mereka yang mengelakkan dari menggunakan barang shubahat akan memelihara agamanya dari tercemar.
Tepuk dada tanyalah selera.



Bawa pulang lauk kenduri
DI kampung saya kerja kenduri masih lagi dilakukan secara bergotong-royong tetapi sejak akhir-akhir ini ada antara mereka yang mengambil kesempatan dengan membawa balik lauk pauk ke rumah sedangkan jemputan masih ramai.Pernah juga berlaku tidak cukup lauk untuk jemputan dan menyusahkan tuan rumah kerana terpaksa menyediakan hidangan lain. Apakah hukumnya perbuatan ini sedangkan mereka sekeluarga dijemput makan di rumah yang mengadakan kenduri?

MAS, Temerloh, Pahang.

JAWAPAN
Mereka yang dijemput ke kenduri, wajib memenuhi jemputan jika tiada keuzuran. Bagaimanapun tuan rumah menjemput untuk makan di sana dan buka untuk dibawa lauk-pauk balik.
Mengambil lauk-pauk tuan rumah tanpa pengetahuannya samalah seperti mencuri dan hukumnya berdosa serta menyusahkan pula saudara Islam. Bahkan jika membawa orang yang tidak dijemput tuan kenduri pun dikira berdosa dan haram; umpamanya tuan rumah menjemput suami isteri saja tetapi dia membawa semua keluarganya.



Sedekah, fidyah hanya untuk golongan miskin
ADAKAH anak yatim termasuk dalam golongan miskin (terutama yang tinggal di rumah anak yatim)?Bolehkah bayaran fidyah diberikan kepada mereka?Adakah niat ketika membayar fidyah itu perlu dilafazkan atau memadai berniat dalam hati tanpa memberitahu penerimanya?

MUSYKIL, Seremban

JAWAPANAnak yatim tidak semestinya miskin kerana ada anak yatim yang berharta.Bagaimanapun, jika anak yatim itu kebetulan juga miskin, sedekah dan fidyah diberikan kepadanya atas dasar dia miskin dan bukan kerana dia anak yatim.Dengan alasan miskin inilah harus dia menerima sedekah, zakat dan fidyah.Niat tidak semestinya dilafazkan, tetapi jika dilafazkan dengan tujuan si penerima dapat berdoa kepadanya, adalah lebih baik.


Guna wang suami sekadar perlu

BOLEHKAH isteri mengambil wang suami tanpa pengetahuannya kerana suami tidak memberi nafkah atas alasan isteri bekerja, sedangkan gaji isteri jauh lebih rendah? 
Apakah hukumnya menggunakan wang itu untuk membeli keperluan harian dan belanja sekolah anak?

AS, Pahang

JAWAPAN
Harus hukumnya seorang isteri mengambil wang suami sekadar yang diperlukan jika suami tidak mahu memberi nafkah wajib ke atasnya. Apalagi jika wang itu digunakan untuk keperluan harian dan perbelanjaan anak.Isteri yang bekerja tidak dikira banyak atau sedikit gaji, tidak menggugurkan kewajipan suami memberi nafkah.Bagaimanapun, jika isteri dengan rela hati membantu suami dengan gajinya, isteri akan mendapat pahala yang sangat besar.



Hukum perbuatan mandi bunga
BOLEHKAH seseorang itu membuat penyeri (seperti mandi bunga) supaya teman lelakinya menyayanginya dan berkeinginan untuk berkahwin dengannya?
Apakah hukumnya mandi bunga untuk mempercepatkan jodoh?

ZILA, Parit Buntar, Perak. 

JAWAPANMEMBUAT penyeri wajah atau ubat pengasih jika menurut cara yang tidak menyalahi syarak seperti mengamalkan ayat al-Quran atau mandi bunga yang sememangnya mempunyai khasiat tertentu dengan niat berikhtiar bagi mempercepatkan jodoh adalah tidak salah. Ikhtiar akan menjadi salah jika cara yang digunakan salah.




Jatuh talak kerana gurauan
ADAKAH jatuh talak ke atas isteri jika suami berkata ‘saya sudah ceraikan dia’ kepada teman wanitanya? Dia dimaksudkan adalah isterinya yang bertujuan meyakinkan teman wanitanya.Adakah jatuh talak walaupun dia tidak berniat untuk menceraikan isterinya?

ISTERI RUNSING, KL

JAWAPAN
Talak atau cerai tidak boleh dipermainkan. Rasulullah saw telah berpesan supaya kita tidak mempermainkan soal cerai kerana ia perkara serius yang tidak boleh dipermainkan.Jika dia berkata tanpa sedar atau tanpa niat serta tidak faham hukum, maka tidak jatuh talak.Bagaimanapun, ada sebahagian ulamak yang berpegang pada hadis yang mengatakan bergurau dengan talak juga dianggap serius serta jatuh.Sebaiknya soal cerai dan kahwin ini usah dipermainkan.