Isnin, 16 Januari 2012

Bayi Tabung Kembar 4 Lahir di Medan



(pemkomedan.go.id)
MEDAN - Penantian panjang pasangan Rafrida, 34, dan Agusliadi, 38, untuk mendapatkan momongan berbuah cerita manis. Selama 12 tahun menanti, akhirnya mereka langsung mendapatkan empat bayi kembar. Kebahagiaan pasangan asal Swakbakong, Aceh Selatan, ini semakin lengkap karena dihadiahi dua pasang buah hati. Bayi pertama dan kedua berjenis kelamin perempuan, sedangkan bayi ketiga dan keempat laki-laki.

Keempat bayi lucu ini lahir dari rahim Rafrida melalui operasi caesar yang ditangani dr Hayu Haryono SpOG di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, kemarin siang. Bayi-bayi ini lahir dalam waktu berdekatan, hanya selisih beberapa menit. Bayi pertama lahir dengan berat 1,2 kg lahir sekitar pukul 11.05 WIB dan diikuti bayi kedua seberat 1,35 kg pada pukul 11.07 WIB.

Bayi ketiga lahir dengan berat 1,5 kg pada pukul 11.10 WIB, selanjutnya bayi keempat lahir pada pukul 11.15 WIB dengan berat 1,55 kg. Rafrida dan Agusliadi sejatinya sukses mendapatkan bayi seusai melakukan proses bayi tabung di Penang, Malaysia. Dalam proses kehamilan sembilan bulan, Rafrida yang dirawat di RSU Aceh Selatan, akhirnya memindahkan perawatan ke Medan.

Sebelum sampai ke RSUP H Adam Malik, sejak lima hari lalu, yakni pada 30 Januari, sulung dari dua bersaudara ini terlebih dahulu dirawat di RS Permata Bunda, Jalan Sisingamangaraja, Medan. “Menurut perkiraan dokter,bayi diprediksi lahir pada 10 Februari 2010. Namun, karena sesuatu hal, dokter harus mempercepat kelahiran,” ujar Kepala Bagian Humas RSUP H Adam Malik drg Atma Wijaya di kantornya kemarin.

Dia menambahkan, secara fisik kondisi bayi sehat, hanya berat bayi masih belum normal. “Maka itu, keempatnya masih dirawat di incubator di ruangan perinatology,” ungkapnya. Mereka memahami masalah bayi tabung yang diikuti pasangan tersebut. Sebab, proses itu sahsah saja. Sperma si bapak digabungkan dengan sel telur si ibu dan saat sudah pembuahan dimasukkan dalam rahim si ibu.

“Hingga saat ini, saya rasa belum ada program bayi tabung di Sumatera Utara. Dulu rumah sakit ini ingin membuat program itu, tetapi tidak jalan karena terhambat masalah peralatan,” paparnya. Sementara itu, meski sehat, ibu bayi terus dijaga dan dipantau kondisinya. Hingga kemarin, perempuan yang sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga ini masih dirawat intensif di ruangan instalasi gawat darurat (IGD).

Atma mengakui dalam kurun waktu 14 tahun terakhir, bayi kembar empat ini merupakan yang pertama di rumah sakit rujukan Kementerian Kesehatan tersebut. “Ini merupakan yang pertama, sejak saya pertama kali bertugas di sini, yakni 14 tahun lalu,” tuturnya. Sementara itu, meski menerima anugerah yang sangat indah, Agusliadi masih tampak enggan berbicara kepada media. Pria yang berprofesi sebagai pedagang grosir ini hanya tersenyum ketika ditanya wartawan.

Pria berjenggot tersebut terlihat masih sangat sibuk mengurus persalinan serta obat untuk istrinya. Dia bolak-balik dari dan ke IGD. Hanya nenek bayi, yaitu ibu dari Rafrida, Ramsyiah, 60, yang mau diajak bercerita. Dia mengaku sangat mendambakan cucu, apalagi Rafrida merupakan sulung dari dua bersaudara. “Ini adalah cucu pertama dan ternyata lahirnya sekalian empat, kami semuanya senang,” ujarnya berseri-seri.

Perempuan yang mengenakan jilbab ini mengakui putri dan menantunya ini sudah berusaha mendapatkan buah hati dengan berusaha berobat ke mana-mana. Namun, suatu hari, ada tetangga mereka di Aceh Selatan yang mengambil langkah mengikuti program bayi tabung. Anaknya juga mengikuti hal yang sama. “Tetangga kami ada yang berhasil, makanya kami coba juga ke Penang, Malaysia.

Ternyata berhasil juga meski harus keluar banyak uang sampai Rp200 juta,” paparnya. Ramsyiah mengungkapkan, sebelumnya seluruh keluarga tidak mengharapkan atau berpikir akan mendapatkan empat cucu sekaligus. Sebab, menurut dokter di rumah sakit di Aceh, anak perempuannya tersebut hanya akan memiliki kembar tiga.“Kami tahunya pas di sini dan tadi siap dioperasi. sebelumnya hanya dibilang kembar tiga,”pungkasnya.

Ahad, 15 Januari 2012

Bayi Tabung Lebih Pintar

Penelitian pertama terhadap anak-anak usia delapan tahun dari hasil pembuahan melalui metode intracytoplasmic sperm injection (ICSI) atau bayi tabung menunjukkan bahwa mereka rata-rata memiliki tingkat intelegensi yang lebih baik daripada anak-anak hasil reproduksi normal. Hal tersebut menolak anggapan bahwa teknik tersebut tidak seaman metode in vitro vertilization (IVF) standar yang biasa dipakai untuk menghasilkan bayi tabung.

ICSI dilakukan dengan menyuntikkan sperma secara langsung ke dalam sel telur, berbeda dengan IVF standar yang hanya meletakkan sperma sedekat mungkin dengan sel telur, tanpa disuntikkan, agar dapat melakukan pembuahan secara alami.

Beberapa penelitian pendahuluan yang dilakukan sejak 1998 melaporkan bahwa anak-anak hasil bayi tabung/ICSI usia satu tahun terlambat berkembang dibandingkan anak-anak yang normal. Sehingga keamanan teknik tersebut sempat diragukan. Tapi, penelitian yang lebih lama terhadap anak usia lima tahun, tidak ditemukan perbedaan tingkat perkembangan yang signifikan.

Baru-baru ini, tim yang dipimpin Lize Leunens dari Free University of Brussels (VUB) di Belgia membandingkan antara tingkat intelegensi dan kemampuan motorik terhadap 151 anak hasil bayi tabung usia delapan tahun dengan 153 anak hasil pembuahan normal.

Hasilnya, tidak ada perbedaan dalam kemampuan motorik dan anak-anak ICSI memiliki nilai tes intelegensi yang lebih tinggi daripada yang normal. Leunens memaparkan hasil penelitiannya dalam pertemuan tahunan Perkumpulan Reproduksi Manusia dan Embriologi Eropa di Kopenhagen, Denmark, Selasa (21/6).

"Kami sangat gembira karena dalam jangka panjang anak-anak hasil bayi tabung tersebut tidak menderita kemunduran dalam perkembangannya," katanya.

Dalam penelitian tersebut, tidak ada perbedaan level pendidikan dari ibunya, yang diketahui mempengaruhi tingkat intelegensi seorang anak. Oleh karena itu Leunens berpendapat bahwa alasan yang dapat menerangkan adalah motivasi yang lebih besar dari ibu yang mengandung bayi ICSI. "Ibu yang mengandung bayi ICSI ini mungkin mendedikasikan dirinya secara khusus sebagai orang tua," katanya.

Selain itu, penjelasan yang masuk akal juga disampaikan menanggapi kemunduran tingkat perkembangan pada bayi ICSI yang berusia sangat muda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu bayi ICSI lebih suka membesarkan anaknya di rumah daripada mengirimkan ke playgroup atau berinteraksi dengan orang lain, kondisi yang mungkin menyebabkan kemunduran dalam perkembangan sosial.

Tapi, penelitian ini bukanlah jawaban terakhir. Penelitian lain menunjukkan bahwa penolakan banyak orang tua untuk mengijinkan anaknya diteliti, mungkin agak menurunkan kepercayaan hasil penelitian Leunens. Faktanya, sepertiga orangtua anak-anak ICSI menolak berpartisipasi.

Tanpa mengesampingkan kemungkinan-kemungkinan yang lain, Leunens menyatakan bahwa hasil penelitian tidak berbeda dengan kondisi yang dipaparkan orang tua melalui wawancara telepon. Ia juga menekankan bahwa penelitiannnya tidak melihat masalah kesehatan yang lain.

Jumaat, 13 Januari 2012

Beberapa Tips Berobat di Lam Wah Ee Hospital Penang

Hi, teman-teman. Setelah sekian lama mencari informasi dan mengalami semuanya secara langsung, ingin rasanya berbagi informasi kepada teman-teman. Disini saya mau berbagi trik-trik simple yang bisa membuat perjalanan berobat kita lebih nyaman. Kebetulan informasi ini hanya untuk berobat di Lam Wah Ee Hospital Pulau Penang. Tapi mungkin kiatnya bisa disesuaikan dengan kota tempat berobat lainnya.
1. Uang
Untuk informasi, Penang sama saja dengan Jakarta atau Medan atau kota lainnya. Meski kriminal disini tidak terlalu tinggi, tapi ada saja terjadi. Syukurnya, saya tidak pernah mengalami kejadian buruk disini. Tetapi dari pemilik rumah saya dianjurkan untuk tetap berhati-hati dengan uang.
Untuk teman-teman yang membayar biaya perobatan dengan uang tunai, ada baiknya melakukan deposit di rumah sakit. Kalau pada hitungan akhir uang kita berlebih, nantinya akan dikembalikan pada hari terakhir perobatan. Sedang bila uang kita kurang pasti akan mereka katakana dengan laporan lengkap pengeluarannya.
Untuk teman-teman yang membayar biaya pengobatan dengan kartu kredit, ada baiknya kartu kredit dan kartu berobat di pisahkan dompetnya supaya hanya dibawa saat berobat. Untuk perjalanan lainnya cukup membawa dompet lain yang hanya berisi uang sekedarnya.
2. Passport
Disini kita juga tidak dianjurkan untuk membawa passport kemana pun kita pergi. Mungkin bisa bawa kartu identitas Indonesia saja mana tahu diperlukan. Karena kalau sampai kehilangan passport, urusannya bisa panjang.
3. Booking Tiket pesawat
Berdasarkan pengalaman, sulit sekali untuk kita memastikan tiket pulang yang pasti. Tidak jarang dokter meminta kita kembali keesokan harinya atau dua hari kemudian. Bila tiket kita Airasia, biasanya akan hangus dan harus membeli tiket baru. Yang kadang harganya bisa dua atau tiga kali lipat dari harga tiket sebelumnya.
Untuk teman-teman yang berangkat dari Jakarta tidak akan kesulitan bila hanya berangkat dengan tiket berangkat saja (one way ticket). Dan bisa membeli tiket pulang di penang saat sudah pasti tanggal pulangnya.
Sedang teman-teman yang berangkat dari Medan biasanya akan dipersulit karena “dipaksa” punya tiket pulang. Saya pernah berkeras di Polonia Medan karena memang tidak pasti tanggal pulangnya dan akhirnya diijinkan terbang dengan menunjukkan bukti-bukti yang ada.
Tapi bila ingin lebih mudah, Wings Air dan Sriwijaya Airline bisa jadi pilihan lainnya. Untuk Sriwijaya, kita bisa open tanggal pulang. Sedang untuk Wings dari Lion Air, kita akan dikenakan denda yang besarnya berbeda-beda. Semakin cepat kita melapor untuk mengundur atau mempercepat tanggal keberangkatan kita, dendanya akan semakin kecil pula.
Untuk penggantian tanggal tiket, teman-teman bisa meminta bantuan customer service rumah sakit. Akan dibantu dengan senang hati dan tidak dikenakan biaya apa pun. Denda perubahan tiket kita bayar di airport sebelum check in. Bila memina bantuan jasa orang di penginapan atau lainnya, biasanya kita dikenakan biaya sampai RM50 hanya untuk mengganti tiket. Tidak termsuk denda dari perusahaan penerbangan.
4. Register Patient
Register sangat menentukan urutan pasien bertemu dengan dokter. Register pasien dimulai sekitar jam 6:30 pagi setiap hari. Tapi jangan kaget bila beberapa orang biasanya sudah antri sejak pukul 6 pagi. Meski nomor sudah keluar mulai 6:30, counter baru buka sekitar jam 7 pagi. Disana anda diminta member nomor register yang anda dapat tadi dan kartu berobat. Kemudian anda bisa kembali jam 9:30 untuk bersiap bertemu dokter. Biasanya nurse akan memanggil nama kita untuk member nomor giliran bertemu dr. Ng.
Ada baiknya untuk register pagi karena semakin pagi kita mendaftar, semakin cepat kita selesai. Dan biasanya mood dokter juga masih sangat baik. Saya pernah register nomor 4 di pagi hari dan dapat giliran no 4 di dr Ng. artinya tiga orang di depan saya tadi pagi semua pasien dr Ng!! ada juga pasien yang daftar jam 8 pagi, dapat nomor 18.
Meski menurut jadwal dr Ng mulai buka praktek jam 10 pagi,itu jarang sekali terjadi. Karena banyak prosedur lain yang juga harus dilakukannya pagi hari. Seperti ada yang mau opu atau et. Informasi, dr Ng hanya menerima pasien baru hari Senin, Rabu dan Kamis. Sedang hari lainnya hanya untu operasi atau pasien yang khusus diminta datang hari itu.
Jadi ada baiknya datang sehari sebelum jadwal atau rencana berobat. Pilihan lain, anda juga bisa bertanya dengan pemilik tempat anda menginap untuk membantu register pagi hari. Ada beberapa orang yang bisa melakukannya. Ada yang meminta imbalan, ada yang menganggap itu sebagai service. Sebaiknya dibicarakan untuk menghindari salah paham.
Atau, anggap saja sebagai olah raga pagi sambil “mampir”register di rumah sakit.
5. Penginapan
Masalah penginapan merupakan masalah yang sangat penting dalam proses bayi tabung. Kenyamanan dan kebersihan tempat tinggal sangat penting. 
Harga kamar bervariasi, mulai RM40-50. Tergantung fasilitas dan lokasi. Biasanya mereka memberi discount untuk pasient bayi tabung karena umumnya akan tinggal lebih lama dari pasien lainnya. Sebaiknya dibicarakan dan ada deal lebih dahulu sebelum tinggal.
Saran saya, jangan sungkan bertanya dengan teman-teman sesama pasien bagaimana tempat tinggalnya dan apa saja fasilitasnya. Bagaimana karakter pemilik rumahnya juga penting karena biasanya kita butuh banyak bantuan dikemudian hari. Tidak ada salahnya mengunjungi dan melihat apartment yang ditawarkan sebelum deal dengan harga yang menggiurkan. Karena biasanya penyesalan yang ada. Selain nama-nama diatas, teman-teman juga bisa bertanya dengan sesame pasien lainnya di ruang tunggu. Selain mencari teman senasib, bisa tukar informasi penginapan.
Selain itu teman-teman juga akan bertemu dengan beberapa orang di ruang tunggu rumah sakit yang biasanya memberi kartu nama dan menawarkan penginapannya. Tidak ada salahnya untuk sekedar mengecek dan membuat perbandingan. Disini, kita tidak pernah terikat. Dan pembayaran dilakukan saat kita akan keluar jadi kalau ternyata keadaan tidak sesuai janji, teman-teman bisa saja mencari penginapan lain keesokan harinya!
6. Manfaatkan Fasilitas
Biasanya setiap pemilik apartment memiliki banyak relasi dengan fasilitas lainnya seperti membeli kartu telepon, isi pulsa, pesan taxi, tukar uang dan lainnya. Tidak ada salahnya untuk memanfaatkan fasilitas yang ada tetapi sebaiknya jangan langsung tergiur dengan semua angka yang mereka berikan. Untuk kartu telepon, kelebihan kartu mereka biasanya sudah teregister jadi bisa langsung dipakai, mungkin satu dua ringgit lebih mahal dari bandrol.
Untuk teman-teman yang mau nomor benar-benar baru, bisa langsung ke toko DIGi atau Maxis di toko eaton diseberang rumah sakit. Untuk DIGI ada kode untuk best Indonesia supaya biaya bicara kita jadi jauh lebih murah ke Indonesia dan untuk local sedikit lebih mahal. Ada baiknya manfaatkan sms untuk local.
Untuk penukaran uang, money changer di rumah sakit Lam Wah Ee terbilang tinggi nilainya. Bahkan kadang lebih tinggi dari tukaran uang di Medan atau airport. Sambil berobat tidak ada salahnya untuk sekedar cek pasaran tukar uang kalau mau tukar di tempat lain.
Meski umumnya masyarakat disini menggunakan taxi, tidak rugi mencoba menggunakan bus umum di Penang. Selain lebih murah, bus di Penang terbilang sangat nyaman. Dari Lam Wah Ee Hospital ke pusat kota (KOMTAR) hanya dikenai biaya RM1.40. dari Lam Wah Ee Hospital ke Gurney hanya RM 2 per orang.
Selain Jetty, KOMTAR merupakan terminal bus di Penang. Teman-teman bisa menemukan bus tujuan kemana saja dari KOMTAR.
Fasilitas lainnya yang bisa teman-teman manfaatkan adalah antar jemput rumah sakit- airport. Caranya simple sekali dan bisa menghemat lumayan. Kalau dihitung-hitung saya sudah menghemat beberapa ratus ringgit dengan fasilitas ini.
Untuk teman-teman yang mau datang ke Penang dan butuh jemputan di Bayan Lepas Penang ke LWEH, bisa menghubungi bapak Gunawan Gannies di 081 361 684 903. Biasanya teman-teman diminta sms nama, jadwal penerbangan, berapa orang, bertemu dr siapa.
Customer Service rumah sakit biasanya bisa membantu bila kita punya masalah. Jangan segan bertanya. Mulai dari peta, alamat, nomor bus atau apa pun. Kalau mereka tidak bisa membantu paling tidak mereka bisa member informasi kemana kita harus pergi untuk mendapat bantuan.
7. Nikmati Suasana
Sebelum tekapar di tempat tidur, tidak ada salahnya untuk menikmati suasana dan keindahan alam Penang. Supaya tidak strees! Buat teman-teman yang senang berbelanja, ada tiga pilihan yang bisa dikunjungi, Gurney Mall , KOMTAR, dan Queensbay Mall.
Gurney Mall merupakan tempat belanja yang paling terkenal di Penang. Selain lokasinya yang stategis, dikelilingi dengan banyak penginapan. Hamper semua brand terkenal ada di mall ini. Tapi, jika teman-teman mau mencoba mengunjungi Queensbay Mall, temapat ini jauh lebih besar dan lebih lengkap dari Gurney Mall. Bila teman-teman tinggal di daerah LWEH, Queensbay dan Gurney tidak jauh beda jarak tempuhnya, hanya saja berlainan arah (bahkan cukup menggunakan bus yang sama!).
Di KOMTAR, teman-teman bisa memilh belanja di beberapa mall yang ada disana. Di Peringin Mall (seperti Mangga Dua Jakarta), teman-teman bisa menemukan outlet store yang harganya jauh disbanding harga toko. Jadi pandai kita melihat-lihat sign yang dipajang. Sedang di 1 Avanue mall, tokonya lebih “elite” dan disana juga ada Carrefour. Selain Carrefour, teman-teman juga bisa mengunjungi GAMA di kawasan KOMTAR yang dikenal dengan harga sedikit lebih murah.
Kalau ternyata teman-teman bukan pencinta dunia mall, ada banyak pilihan kunjungan wisata di Pulau Penang yang bisa teman-teman kunjungi. Dapatkan brosur peta penang di bagian informasi rumah sakit. Mulai dari puluhan pilihan museum sampai dengan wisata alam.
Saya dan suami sempat pergi ke Teluk Bahang, pintu masuk Penang National Park. Malah sempat menyewa boat ke Pantai kerachut (menghindari jalalan kaki dan lelah). Disana kami mengunjungi tempat membiakan penyu hijau dan berbasah-basah di Tasik Meromiktik (Meromiktik lake) yang konon hanya ada dua di dunia. Di Australia dan penang. Di danau ini air laut dan air tawar bertemu dan tak pernah berbaur. Jadi di atas airnya selalu sejuk (tawar) dan di bawah hangat (laut). Danau hanya muncur dari bulan Mei sampai Oktober dan akan kering selama enam bulan. Hebat kan?! Perahu yang kami sewa juga sempat berhenti di peternakan ikan di tengah laut untuk melihat beberapa jenis ikan. Dan ikan buntal merupakan favorit suami saya!
Tidak perlu menghabiskan uang terlalu banyak, cari informasi bus ke tempat tujuan. Hamper semua tempat dapat kita raih dengan kendaraan umum disini. Bila ingin janjian dengan beberapa teman juga lebih baik, karena harga sewa boat sama dan bisa menampung sampai delapan orang. Kemarin saya bayar RM 2 ke dari Gurney ke teluk bahang dan pulangnya diminta RM 3.40 dari Teluk Bahang ke KOMTAR. Untuk sewa boat pulang pergi dan pemandu wisata, kami dikenai RM200. Bila hanya ingin ke Monkey Beach biayanya akan jauh lebih murah karena perjalanannya juga tidak sejauh Pantai karuchut.
Tidak tertarik ke Teluk Bahang? Cukup hentikan bus di Batu Feringgi yang terkenal dengan pantainya yang indah. Jangan bandungkan dengan pantai di depan Gurney Mall! Di Batu Feringgi pulaterletak semua penginapan terkenal seperti Hard Rock Café dan Hotel. Atau hamua sekedar bersantai di pantai yang bersih nan indah.
Bagaimana? Ternyata berobat tidak selalu harus menegangkan. Nikmati suasana hanya saja jangan sampai terlalu lelah. Tidak perlu mengunjungi semua tempat, cukup hanya merasa sedikit relax dan nyenyak tidur di malam hari. Jangan sampai merasa terperangkap di kamar kontrakan.
Selamat berjuang untuk memiliki keturunan sambil terus menikmati hidup. Calon anak kita di dalam kandungan pun pasti senang kalau ibunya senang. Fighting!(lia)

Rabu, 11 Januari 2012

Bayi Tabung Menjadi Pilihan Pertama

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi reproduksi terbaru yang dikenal dengan bayi tabung dahulu sering dipandang sebagai pilihan terakhir bagi sejumlah pasangan suami isteri yang ingin segera mendapatkan buah hati. Padahal dengan indikasi yang nyata, tidak ada alasan bagi pasangan suami isteri yang punya masalah untuk menunda-nunda program bayi tabung.
"Pada saat ini pasangan dengan alasan yang nyata, bayi tabung dapat langsung menjadi pilihan pertama jika masalah yang didapat cukup berat," ujar dr. Sudirmanto, SpOG - KFER, Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, saat seminar awam "Harapan Baru Untuk Mendapatkan Buah Hati", Sabtu, (18/6/2011).
Selain bayi tabung, ada beberapa pilihan terapi, baik itu secara alamiah, obat-obatan, operasi dan inseminasi (memasukan sperma suami langsung kedalam rahim).
Menurut Sudirmanto, situasi pada wanita yang misalnya mengalami permasalahan kerusakan atau penyumbatan saluran indung telur (kiri kanan) dan sulit untuk diperbaiki kembali melalui operasi sebaiknya segera melakukan program bayi tabung. Begitu juga, pada pria dengan kualitas sperma yang sangat jelek atau dengan sperma yang tidak ada sama sekali atau biasa disebut azospermia, yang tidak mungkin bisa sembuh sekalipun dengan mengonsumsi obat-obatan.
"Pada keadaan demikian sebaiknya langsung saja deh ikut bayi tabung, nggak usah tunda-tunda," tegasnya.
Sudirmanto memaparkan, ada hal-hal lain yang juga dapat menjadi pertimbangan kapan seharusnya seorang pasangan mengikuti bayi tabung.
Pertama, saat dijumpai endometriosis derajat sedang samapai derajat berat yang sudah dioperasi dan diberikan obat-obatan akan tetapi belum berhasil hamil dalam waktu 6-12 bulan.
Kedua, saat dijumpai gangguan kesuburan yang tidak dapat ditentukan penyebabnya dan telah diobati beberapa kali dengan obat-obatan pemicu indung telur dan 3-4 kali inseminasi sperma ke dalam rahim namun juga tidak menghasilkan kehamilan.
Ketiga, saat dijumpai gangguan kesuburan pada wanita usia reproduksi lanjut (37 tahun) dan kegagalan inseminasi sperma ke dalam rahim yang berulang.
Keempat, saat dijumpai adanya gangguan kesuburan karena adanya masalah imunologi.
Kelima, saat dijumpai adanya gangguan kesuburan pada suami dan istri secara bersamaan.
Untuk mengetahui perlu tidaknya dilakukan program bayi tabung, Sudirmanto mengatakan, bahwa keputusan tetap berada di tangan dokter. Apabila indikasinya sudah nyata dan jelas, biasanya pasien akan diarahkan untuk mengikuti program bayi tabung.
Namun mengingat biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, belum lagi tidak ada jaminan 100 persen kepastian keberhasilan untuk mendapatkan buah hati pascamelakukan bayi tabung, membuat sebagian pasangan masih berpikir ulang untuk melakukannya.

Artikel ini dipersembahkan oleh :

IVM, Teknik Bayi Tabung Lebih Menjanjikan

KOMPAS.com -  Infertilitas (ketidaksuburan) adalah kemampuan pasangan suami-istri untuk menjadikan istri hamil dan melahirkan anak hidup setelah melakukan hubungan seksual secara teratur dalam waktu satu tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Infertilitas dapat disebabkan oleh gangguan  sistem reproduksi pada suami, isteri atau keduanya.
Problem infertilias merupakan kebutuhan global, walaupun di beberapa negara perhatian masih ditujukan pada program family planning.  Di dalam  program demografi dan survey kesehatan WHO, diperkirakan bahwa tahun 2001, 167 juta (tidak termasuk China) pasangan di dunia yang menikah berumur 15-49 tahun mengalami infertilitas.  Dengan meningkatnya tingkat ekonomi suatu negara maka pelayanan layanan infertilitas juga cenderung meningkat.
IVF (In Vitro Fertilization), lebih populer dengan sebutan bayi tabung dikenal sejak beberapa dekade ini sebagai teknik canggih untuk menolong pasutri kurang subur untuk memperoleh anak bila cara-cara alami ataupun teknik kedokteran sederhana gagal.
Sampai saat ini jutaan bayi tabung telah dilahirkan di seluruh dunia dengan  teknik bayi tabung. Dari Indonesia sendiri, kurang lebih 2000 bayi tabung telah dilahirkan sejak teknik ini mulai dilakukan pada 1987.
IVM merupakan teknik terbaru dalam program bayi tabung dan sangat populer akhir-akhir ini. IVM merupakan singkatan dari In Vitro Maturation (In Vitro = didalam gelas; maturation = proses pematangan). Jadi pengertian IVM adalah teknik bayi tabung dengan mematangkan sel telur dilaboratorium sebelum dibuahi dan dipindahkan dalam bentuk embrio kedalam rahim.
Keberhasilan teknik IVM pada manusia pertama sekali dilaporkan pada tahun 1991 oleh Cha (Korea) dimana oosit diambil dari biopsi ovarium saat melakukan operasi sesar. Selanjutnya Trouson (Australia), pada tahun 2004 telah melaporkan kelahiran bayi IVM pada pasien dengan SOPK (sindroma ovarium polikistik).  Dengan bertambah baiknya teknik IVM terutama teknik kultur,  keberhasilan teknik IVM sekarang ini cukup memuaskan.
Tingkat keberhasilan yang sudah dicapai di beberapa negara, dilihat dari kehamilan kliniknya tercatat cukup tinggi.  Di Perancis  misalnya mencapai 18 %, Jepang 26,8 %, Skandinavia (Swedia dan Finlandia 22 %, Vietnam 27,6 % dan Kanada 28 %.
Di Asia tenggara teknik ini baru dilakukan di Vietnam sebagai negara pertama dan kemudian diikuti oleh Indonesia. Sedangkan dari Singapura, Malaysia dan Thailand belum ada publikasi/berita mengenai teknik IVM ini.
Prosedur IVM
Berbeda dengan teknik IVF di mana kepada istri harus diberikan pengobatan hormon yang harganya mahal selama beberapa minggu untuk menumbuhkan dan mematangkan sel telur pada indung telur, teknik IVM ini terbilang lebih sederhana.
Prosedurnya hanya dilakukan hanya pada satu siklus haid saja dan tidak atau sedikit sekali memerlukan pengobatan hormon.  Obat hormonal bisa saja diberikan dengan tiga kali penyuntikan dengan dosis yang sangat kecil atau bahkan tanpa pemberian obat sama sekali.
Kemudian pengambilan sel telur dilakukan dari folikel-folikel kecil dengan diameter kurang dari 10 mm, lalu sel telur imatur ini dimatangkan hingga 24-48 jam dalam medium biakan khusus dilaboratorium.
Selanjutnya sel telur yang matang dibuahi dengan sperma suami dengan teknik ICSI (intracytoplasmic sperm injection) yaitu dengan menyuntikkan 1 sperma kedalam sel telur. Transfer embrio dilakukan dengan memindahkan 2 atau 3 embrio pada hari ke2 atau 3 setelah prosedur ICSI. Terjadinya kehamilan dapat diketahui 2 minggu setelah transfer embrio.
Tujuan teknik IVM
Beberapa kelebihan dari IVM adalah cara dan lama pengobatan lebih sederhana dan singkat. Pasien tidak/sedikit sekali memerlukan pemberian obat hormon. Dengan demikian, biaya akan menjadi jauh lebih murah, pasien akan merasa lebih nyaman dan dapat terhindar efek samping yang dapat terjadi akibat pemberian hormon seperti :  bertambahnya berat badan, perut kembung, nyeri payudara, mual,  gangguan emosi, dan yang paling penting adalah menghindarkan terjadinya sindroma hiperstimulasi ovarium (SHO) yaitu respons ovarium yang berlebihan  yang dapat berakibat fatal akibat pemberian hormon.
Oleh karena itu IVM sangat bermanfaat pada pasien-pasien dengan ovarium polikistik/sindroma ovarium polikistik/sindrom ovarium polikistik yang mempunyai risiko tinggi terjadinya SHO.
Saat ini teknik IVM juga banyak dilakukan untuk pasien-pasien usia muda (kurang dari 35 tahun) dimana jumlah folikel cukup banyak.  IVM juga dilaporkan dapat menolong pasien-pasien yang berulang kali gagal dengan teknik bayi tabung yang biasa dilakukan.
Biaya IVM saat ini mencapai kisaran Rp 30 juta sampai Rp 40 juta. Jika dibandingkan IVF biasa yang mencapai kisaran Rp 50 jutaan, tentunya  tentunya IVM dapat dijadikan pertimbangan secara finansial.
Perkembangan teknik IVM di Indonesia
Keberhasilan bayi tabung dengan teknik IVM di Indonesia pertama kali dilaporkan oleh tim Family Fertility Center, RSIA Family Jakarta pada tahun 2009. Sampai saat ini tim FFC yang terdiri dari : dr Yuslam SpOG, dr Hadi SpOG, dr Malvin SpOG, Prof Soegiharto SpOG , dr Dianing dan dr Muchsin spPK  telah melakukan  protokol sebanyak 29 siklus dan menghasilkan 8 kehamilan dari 24 program dan 3 bayi telah dilahirkan.
Untuk menekan biaya dan meningkatkan keberhasilan bayi tabung, dalam waktu dekat ini tim FFC akan menerapkan Natural IVM (IVM alamiah, tanpa memberikan obat untuk stimulasi ovarium) serta simpan beku sel telur.
Teknik IVM dimasa datang
Salah satu masalah penting dalam penerapan program bayi tabung di seluruh dunia terutama dinegara sedang berkembang seperti Indonesia adalah biaya obat-obatan dalam program bayi tabung  yang sangat mahal. Dengan segala kelebihannya baik dalam hal biaya, kemudahan, kenyamanan dan keamanan, teknik IVM saat ini banyak mendapat perhatian dari berbagai sentra diseluruh dunia sebagai teknik bayi tabung dengan masa depan yang menjanjikan.
Diharapkan dengan bertambah baiknya berbagai aspek IVM seperti sistim kultur, teknik pengambilan sel telur yang lebih baik keberhasilan teknik IVM akan lebih memuaskan. Bagi negara-negara sedang berkembang seperti Indonesia  hal ini tentu berarti akan lebih banyak lagi pasien-pasien infertilitas yang mendapat kesempatan untuk memperoleh dan menikmati teknologi bayi tabung.
Dr. Muchsin Jaffar, Sp.PK, Family Fertility Center, Jakarta

Selasa, 10 Januari 2012

21 Embrio Menunggu Ku Di Penang

Salam kenal teman2 di bayi-tabung.com…
Saya Lina berusia 26thn, dan suami 28thn.. saya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman bayi tabung saya…saya mengikuti program bayi tabung di penang dengan dokter NG Peng Hwa di RS Lam Wah EE…saya sudah menikah 5thn, dan belum pernah hamil.
Mulai suntikan superfact 40 tgl 16nov dan terus dilanjutkan sampai tgl 2 des, saya mendapat penambahan suntikan puregon 125. sampai tgl 7 des saat ketemu dokter,dan dokter melihat perkembangan sel telur saya yg bnyk sekali, maka dokter mengurangi dosis suntikan puregon menjadi 100….
Tgl 18 des OPU dan didapat 50 sel telur yg besar2.dan ternyata setelah pengambilan sel telur, perut saya semakin membesar dan merasa sakit dibwh perut juga sesak napas, dokter memutuskan untuk melakukan rawat inap dirumah sakit, 4 hari pertama dirumah sakit adalah saat paling menderita, tidak bisa napas,jd harus dibantu oksigen, tidak bisa makan…bener2 saat kritis…sampai akhirnya dokter mengambil tindakan u/ membolongi perut (sy gak tau istilah medisny) kiri bawah saya…saat dibolongi, cairan hangat lngs keluar dr perut, dan seketika itu juga napas saya menjadi agak lega…selama 3-4 hari perut saya dalam keadaan bolong, dan disambung selang, setiap pagi dan sore cairan dikeluarkan dr perut,total ada sekitar 10 liter cairan dalam waktu 3-4hari.. dan OHSS semakin membaik setelah 6hari mendapat perawatan,dengan bantuan albumin. Dan dokter memutuskan u/ tidak memasukan kembali embrio krn mengigat keadaan saya yg tidak memungkinkan..
Namun di sela2 OHSS yg sangat menyiksa ada kabar gembira yg dapat saya terima, saya mendapat 21 embrio yg siap tanam dan saat ini dibekukan…walau agak sedih krn tidak dpt mengikuti proses penanaman langsung, tetapi agak tenang karena mendapat bnyk sekali frozen embrio….
Saat ini saya sudah kembali ke Jakarta..menunggu 2-3x siklus mens,dan siap2 u/ penanaman embrio…sekaligus mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan makan2an sehat, dan hidup sehat, agar saya lebih sehat u/penanaman embrio kelak..
Tips saya u/ penderita OHSS(yg kata ny hanya 1% yg kena u/ program ivy) jgn minum air putih sama sekali, minum lah jus buah, susu, soya, pkkny segala sesuatu yg membantu protein masuk ke tubuh usahakan makan ikan dan telur…krn kata dokter NG, hrs makan makanan berprotein agar dpt membantu membawa air yg ada di perut ke dalam tubuh..
untuk teman2 semua jgn pernah menyerah dan jgn pernah takut u/ melakukan program bayi tabung… tetap semangat dan optimis..karena semua akan indah pada waktu nya… Because God is Good all the time…